Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript

2 Waktu Yang Tidak Diperbolehkan Untuk Tidur

Foto : bjmgreenworld

Assalamualaikum Wr. Wb.

2 Waktu Yang Tidak Diperbolehkan Untuk Tidur - Tidur adalah suatu kegiatan yang takkan terpisahkan dari kehidupan manusia.
Karena memang ketika manusia beraktivitas pasti ada waktu untuk istirahat, dan istirahat itu adalah tidur.
Tidur memiliki banyak fungsi, mulai dari meremajakan kulit, memperbaiki sel-sel yang rusak, dan banyak lainnya.

Namun, tidur juga ada waktunya. Tak semua waktu boleh di pakai untuk tidur. Dan menurut Rasul, ada 2 waktu yang tak boleh di gunakan (di hindari) untuk tidur.


1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh

Tidur di pagi hari tidaklah baik, karena pada waktu itu Allah akan memberikan Berkah, sesuai Hadits Rasul.

Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya,” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).

Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata:
“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalig – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit.
Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa,” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).


2. Tidur Sebelum Shalat Isya’

Tidur sebelum shalat Isya' sangat tidak di anjurkan, bahkan Rasul sampai membencinya, sesuai Hadits Rasul.

Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu: ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya,” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).
Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’.
Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan :
“Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini.
Abdullah bin Mubarak mengatakan :
“Kebanyakan hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja.” Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) : “Di antara para ulama melihat adanya keringanan (yaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tidak sampai melewatkan waktu shalat. Pendapat ini juga tepat, karena kita katakan bahwa alasan larangan tersebut adalah kekhawatiran terlewatnya waktu shalat.”


Sekian dari saya, semoga bermanfaat.
mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik disengaja maupun tidak.

Salam mencari tahu... ^-^

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Previous
Next Post »

Tolong berikan komentar, untuk mendukung Blog ini.

Dengan catatan :
Berkomentarlah dengan kata-kata yang sopan dan santun.
Komentar jangan mengandung unsur pornografi dan sara.
Jangan menempelkan link aktif, di kolom komentar.

ConversionConversion EmoticonEmoticon